Hasil Pengujian Validitas TPA Tahun 2022

Bagian ini akan menjelaskan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim internal bcs untuk mengevaluasi properti psikometris dari TPA yang dipakai pada tahun 2022

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi properti psikometris baik di level butir maupun di level tes melalui Teori Tes Klasik (CTT) maupun Teori Tes Modern (IRT)

Metode Analisis

Properti psikometris yang dievaluasi adalah daya diskriminasi butir soal, tingkat kesulitan butir soal, serta properti di level test seperti reliabilitas dan peta butir item (item map)

Hasil

Hasil analisis menunjukkan bahwa butir-butir seri-seri paralel tes potensi akademik yang di administrasikan pada tahun 022 menunjukkan kualitas dari aspek psikometris

Pengembangan alat ukur selalu diikuti dengan evaluasi terhadap berbagai macam karakteristik untuk menunjukkan kualitas pengukuran tersebut dari berbagai macam perspektif. Pengembangan alat ukur tidak pernah berhenti meskipun alat ukur itu sudah dipakai berbagai macam keperluan. Kualitas alat ukur selalu melekat pada kondisi terkini dari alat ukur tersebut. Oleh karena itu evaluasi terhadap kualitas alat ukur perlu dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini dikarenakan ada banyak faktor yang menentukan kualitas alat ukur. Mulai dari faktor waktu, karakteristik sampel ketika alat ukur tersebut diaplikasikan hingga berapa kali alat ukur tersebut diadministrasi kan kepada individu.

Tes potensi akademik (TPA) merupakan salah satu tes yang dikembangkan mengukur kemampuan individu dalam bidang kognitif. Meskipun tes ini ketika pengembangannya sudah berbagai macam evaluasi terhadap kualitasnya, mulai dari validitas dan reliabilitas. Namun demikian, meskipun tes tersebut telah diadministrasikan kepada banyak orang kualitas tersebut tetap untuk dijaga. Caranya adalah dengan bukan pengujian terhadap psikometrisnya yang di dalamnya salah satunya adalah melakukan analisis kualitas butir maupun tes berdasarkan data yang didapatkan dari pengukuran.

Dokumen ini menjelaskan hasil analisis yang dilakukan terhadap dua seri dari TPA yang melakukan aktivitas rutin untuk menjaga kualitas alat ukur tersebut. Prosedur yang dipakai adalah dengan melakukan analisis terhadap properti psikometris baik di level butir maupun di level tes. Hasil analisis akan menghasilkan beberapa informasi mengenai kualitas di level butir maupun di level tes. Hasil analisis ini akan ditindak lanjuti dengan cara memperbaiki butir yang memiliki kualitas yang kurang optimal atau menggantinya dengan yang baru. Analisis butir akan dilakukan dengan menggunakan teori klasik maupun teori modern. Kombinasi ini dilakukan untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai kualitas tes yang di evaluasi.

Metode

A. Partisipan

Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah individu yang mengikuti TPA secara individual maupun secara institusional. Dengan demikian karakteristik data yang dianalisis sangat beragam sehingga mencerminkan kualitas TPA ketika diadministrasikan ada berbagai macam karakteristik individu. Penelitian ini menggunakan dua seri tes TPA dari beberapa seri TPA yang di kembangkan untuk diadministrasikan pada tahun 2022. Seri yang dianalisis pada penelitian ini adalah Seri TPA Online (Seri 22) yang selanjutnya diberi nama TPA seri X, dan TPA seri 26, yang selanjutnya diberi nama dengan TPA seri Y. Data yang diambil untuk dianalisis kesehatan pada seri pertama (seri X) dilakukan pada ada 860 orang yang diambil secara acak dan seri kedua (seri Y) 870 orang yang juga diambil secara acak.

B. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan teori tes klasik dan teori tes modern. Properti psikometris Yang dilaporkan oleh kedua teori adalah sama, yaitu tingkat kesulitan butir dan diskriminasi butir. bedanya properti psikometris pada teori tes modern bersifat invarian. Artinya, tidak terpengaruh oleh karakteristik sampel. dengan demikian informasi yang diberikan oleh parameter berdasarkan dari teori tes modern cenderung bisa digunakan untuk berbagai macam jenis sampel. Secara spesifik berikut ini beberapa properti psikometris yang akan dilaporkan berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan.

Tingkat kesulitan butir. Tingkat kesulitan butir menunjukkan seberapa sulit suatu soal untuk dijawab dengan benar. Soal yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi memiliki persentase jawaban benar yang rendah, sebaliknya soal yang memiliki tingkat kesulitan yang rendah memiliki persentase dijawab jawaban benar yang tinggi. Berdasarkan teori tes klasik tingkat kesulitan soal ditunjukkan dengan persentase jawaban benar, sedangkan berdasarkan teori tas modern tingkat kesulitan soal ditunjukkan dengan nilai yang menggunakan skala logit. Skala ini memiliki rentang -3 hingga 3, dengan rata-rata sebesar 0. Dengan demikian, tingkat kesulitan yang memiliki nilai di atas 0 cenderung memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dan sebaliknya. Sebuah tes diharapkan memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi mulai dari rendah hingga tinggi. Tujuannya adalah agar tes tersebut mampu membedakan individu dengan individu yang memiliki kemampuan yang rendah maupun individu yang memiliki kemampuan yang tinggi.

Daya diskriminasi butir soal. Daya diskriminasi soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan individu yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah. Nilai harga daya diskriminasi soal diharapkan setinggi-tingginya, namun demikian berdasarkan literatur yang ada, diskriminasi soal berdasarkan teori tes klasik diharapkan nilainya di atas 0,2. Berdasarkan teori tas modern daya diskriminasi diharapkan diatas 0,2 dan cenderung memiliki nilai yang positif. Nilai daya diskriminasi yang positif menunjukkan butir soal tersebut memiliki kontribusi untuk membedakan individu berdasarkan kemampuan yang diukur.

Reliabilitas Pengukuran. reliabilitas sebuah hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tes yang bersangkutan. reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa di dalam tes cenderung memiliki kesetaraan dalam mengukur kemampuan yang diukur. Selain itu reliabilitas alat ukur juga menunjukkan seberapa konsisten hasil pengukuran yang dilakukan. Dengan kata lain, reliabilitas yang tinggi akan menunjukkan bahwa alat ukur yang dikaji memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi akan tetap tinggi dan orang-orang yang memiliki kemampuan yang rendah akan tetap rendah meskipun dilakukan pengukuran beberapa kali. Nilai reliabilitas yang disarankan adalah di atas 0,7.

Grafik Karakteristik Kurva. Informasi ini sudah dapatkan dari hasil analisis berdasarkan teori tes modern. Grafik ini menunjukkan hubungan antara kemampuan individu dengan probabilitas menjawab benar. Karakteristik kurva yang diinginkan adalah yang memiliki kemiringan tinggi ke arah kanan. Hal ini dikarenakan makin tinggi kemampuan seseorang yang akan memiliki peluang yang tinggi untuk menjawab benar pada suatu butir soal.

Hasil Analisis

Lorem ipsum dolor sit amet, at mei dolore tritani repudiandae. In his nemore temporibus consequuntur, vim ad prima vivendum consetetur. Viderer feugiat at pro, mea aperiam

Diskusi

Lorem ipsum dolor sit amet, at mei dolore tritani repudiandae. In his nemore temporibus consequuntur, vim ad prima vivendum consetetur. Viderer feugiat at pro, mea aperiam