PT BCS mengembangkan berbagai tes yang mengukur baik kemampuan maupun kepribadian. Berikut ini beberapa tes yang telah dikembangkan.
Tes Minat Kerja
Minat bidang vokasional dilakukan berdasarkan Teori Spherical Model of Vocational Interests, yang dikembangkan oleh John L. Holland. Pengukuran minat bidang vokasional bertujuan untuk mengategorikan minat individu berdasarkan enam dimensi: Realistis, Investigatif, Artistik, Sosial, Kegiatan, dan Konvensional (RIASEC). Tujuan utama dari model ini adalah untuk berbagai hal yaitu (a) membantu individu memahami minat dan preferensi mereka yang berkaitan dengan jalur karier yang berbeda. (b) Membantu konselor karier dalam membimbing individu menuju pilihan karier yang sesuai dengan minat mereka. (c) Menyediakan kerangka kerja untuk mengatur dan mengklasifikasikan berbagai pekerjaan berdasarkan karakteristik individu yang sukses di bidang tersebut. (d) Meningkatkan pengembangan karier dan proses pengambilan keputusan dengan mencocokkan individu dengan lingkungan yang sesuai dengan minat dan ciri-ciri kepribadian mereka. Pemetaan minat bidang vokasional sering digunakan dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) terutama dalam penentuan karier pegawai. Informasi yang didapatkan dapat membantu mengidentifikasi minat dan preferensi pekerjaan pegawai, memahami kesesuaian antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan, memfasilitasi pencocokan yang lebih baik antara pegawai dan pekerjaan, serta menjadi landasan bagi pengembangan program pelatihan dan pengembangan karier yang sesuai dengan minat dan karakteristik pegawai.
Spesifikasi Tes Minat Kerja
| Spesifikasi | Deskripsi |
| Kontruk Ukur | Minat bidang vokasional |
| Jumlah Dimensi Pengukuran | 4 Domain vokasi |
| Format soal | Pilihan ganda dengan 3 opsi |
| Level pengukuran | Tidak dibedakan antar jabatan |
| Jumlah soal | 80 butir soal |
| Lama pengerjaan tes | 30 menit (0,5 jam) |
Minat Kerja. Minat kerja dikembangkan berdasarkan The Spherical Model of Vocational Interests yang memetakan minat pegawai dalam menyelesaikan sebuah tugas yang terdiri dari dua dimensi yaitu minat bekerja berbasis pada data ataukah gagasan serta minat bekerja berinteraksi dengan orang atau alat.
Tes Potensi Talenta
Berdasarkan permen PANRB 3/2020 pengukuran potensi talenta dilakukan pada sembilan potensi yaitu kemampuan intelektual umum, kemampuan berpikir kritis, kemampuan penyelesaian masalah, konsep diri, kemampuan interpersonal, kecerdasan emosi, kemampuan belajar cepat dan mengembangkan diri (growth mindset), motivasi dan komitmen. Semua dimensi ini dapat dikategorikan menjadi tiga domain pengukuran yang masing-masing memiliki dimensi ukur tersendiri. Ketiga domain tersebut adalah kemampuan intelektual, karakteristik kepribadian serta performa dan konsistensi.
Spesifikasi Tes Potensi Talenta
| Spesifikasi | Deskripsi |
| Kontruk Ukur | Potensi Talenta |
| Jumlah Dimensi Pengukuran | 8 potensi |
| Metode pengukuran | Tes pilihan ganda format ipsatif |
| Format soal | Pilihan ganda dengan 3 opsi |
| Level pengukuran | Tidak dibedakan antar jabatan |
| Jumlah soal | 10-15 butir soal per kemampuan |
| Lama pengerjaan tes | 90 menit (1,5 jam) |
Potensi Talenta. Potensi talenta memuat tiga dimensi yaitu kapasitas intelektual, karakteristik kepribadian serta komitmen motivasional. Tes yang diselenggarakan mengukur 8 potensi sesuai dengan Permen PANRB 3/2020 yaitu kemampuan intelektual, kemampuan interpersonal, kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis strategis, kemampuan pemecahan masalah, kecerdasan emosi, kemampuan belajar cepat dan mengembangkan diri, serta motivasi dan komitmen.
Tes Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural
Pengertian, ruang lingkup, tingkatan-tingkatan serta indikator mengenai kompetensi dalam pengelolaan ASN diatur dalam Permen PANRB 38 Tahun 2017. Pada peraturan ini, kompetensi ditekankan pada dimensi manajerial dan sosiokultural. Pada peraturan ini kompetensi dibagi menjadi tiga bagian. Kompetensi Teknis memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan. Kompetensi Manajerial memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi Sosial Kultural didefinisikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan jabatan.
Spesifikasi Tes Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural
| Spesifikasi | Deskripsi |
| Kontruk Ukur | Kompetensi |
| Jumlah Dimensi Pengukuran | 9 kompetensi |
| Metode pengukuran | Situational Judgement Test (SJT) |
| Format soal | Pilihan ganda dengan 3 opsi |
| Level pengukuran | Dibedakan antar jabatan |
| Jumlah soal | 36 butir soal per level jabatan |
| Lama pengerjaan tes | 60 menit (1 jam) |
Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural. Kompetensi ini berdasarkan PANRB 38/2017 memuat 9 dimensi kompetensi yaitu integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, pengambilan keputusan dan perekat bangsa.